ARTIKEL : Serba Serbi Jurnalistik


Jurnalisme merupakan sesuatu  hal yang sangat penting yang terjadi didunia Modern.


Kata “Jurnalistik” sendiri, sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita, dewasa kini jurnalistik berkembang dalam bentuk yang lebih menyentuh masyarakat. Perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat pun turut terlibat dalam aktivitas jurnalistik melalui jurnalisme.


Tanpa disadari dalam kehidupan kita sehari-hari dalam bermasyarakat, kita telah melakukan kegiatan  jurnalistik, semisal saat kita berada disuatu daerah dan kita mendeskripsikan keindahan dan mengambil gambar dari daerah tersebut lalu memostingnya ke media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya. Tanpa sadar kita ikut dalam pelaku pewartaan informasi dan dikonsumsi khalayak umum, meskipun hal tersebut termasuk ke dalam skala kecil  dari dunia kejurnalistikan.


Secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi atau berita dan penyebarluasannya melalui media massa. Dari pengertian kedua ini, kita dapat melihat adanya empat komponen dalam dunia jurnalistik: informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi, dan media massa. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat. 


Pada praktek jurnalisme konvensional dan warga, reportase menjadi salah satu tahapan dan proses penting. Reportase adalah fase sebelum pengemasan informasi (menulis, menyusun audio dan video); penyuntingan dan penerbitan informasi melalui media spesifik. Reportase adalah metode atau pendekatan yang digunakan oleh wartawan atau pewarta untuk mengumpulkan sumber acuan informasi secara terperinci, lengkap dan memenuhi aspek Prinsip kelengkapan informasi dalam jurnalisme berlaku melalui istilah yang umum dikenal, yaitu 5 W dan 1 H.  Prinsip ini menunjukkan kelengkapan informasi yang memudahkan penerima informasi tersebut untuk memhami secara terperinci dan lengkap.

Pengumpulan data untuk naskah berita meliputi 5W+1H:

1. What : Apa kejadian dan fenomena yang diliput?

2. Who : Siapa pihak yang terlibat (contoh: pelaku, saksi, penyelenggara, peserta)

3. When : Kapan/waktu kejadian atau fenomena

4. Where : Tempat dan lokasi

5. Why : Alasan, tujuan atau penyebab terjadinya sesuatu, kegiatan atau fenomena

6. How : Bagaimana proses suatu kejadian atau fenomena

Secara umum, terdapat tiga metode pengumpulan data yang dapat digunakan untuk kepentingan menggali sumber informasi, yaitu observasi (pengamatan); wawancara dan; Observasi adalah proses penggalian data melalui mekanisme pengamatan. Pengamatan dilakukan dengan memaksimalkan panca indera. Pelbagai fakta dapat diperoleh dengan memaksimalkan panca indera, seperti situasi lokasi dan bau. Hal tersebut dapat memerkaya fakta yang diperoleh selama proses penggalian informasi ini.

Wawancara adalah proses penggalian fakta melalui narasumber. Terdapat beberapa 
klasifikasi narasumber, seperti narasumber yang mengalami, dan; narasumber yang tahu (saksi).

Penggalian data riset data dapat digunakan untuk memerkaya tulisan atau informasi yang dihasilkan melalui proses reportase. Pewarta dapat mengumpulkan data-data relevan yang  terkait dari sumber-sumber dokumen yang telah tersedia sebelumnya. Hal ini dapat digunakan untuk memaksimalkan hasil dari dua proses lainnya.


@nurmanitadesy



Komentar