ARTIKEL :Metode dan Peran Guru dibalik Orang Besar Dunia

"Setiap jaman memiliki orangnya dan setiap orang memiliki jamannya".




    Terlihat seperti kalimat mudah yang senantiasa kita dengar berulang-ulang, namun benarkah kalimat tersebut merupakan kalimat yang mudah saja dikatakan? Seperti yang kita ketahui Einsten merupakan Bapak penemu Bom Atom, lalu siapa yang tak mengenal Thomas Alva Edison, Bapak penerang seantero dunia dengan temuan bola lampunya?
  Mereka merupakan orang-orang yang hidup dijamannya dan merekalah yang memiliki jaman itu dengan temuan hebat mereka dalam bidang sains sehingga memberikan manfaat kepada orang-orang disekitarnya  yang bahkan sampai detik ini kita pun masih bisa merasakannya.

     Lalu siapakah yang kita punya di Tanah Air kita ini ? WS Rendra dengan karya hebatnya didunia sastra dan pepuisian, dengan lewat kalimat magisnya seakan akan menyihir orang-orang dalam euforia kalimat imajinasi fakta yang ia suguhkan. Bung Karno siapa yang tak mengenal Tokoh Proklamator Internasional satu ini, dengan kecerdasan, wawasan luas serta keahliannya orasi dan negosiasi, membuat ia menjadi salah satu tokoh yang disegani dunia pada jamannya.
Tokoh-tokoh diatas merupakan segelintir kecil orang pada bagian jaman dimana karya merupakan hal sulit untuk diciptakan pada waktu itu. Tahukah kita? Dibalik orang-orang hebat diatas, ada peran guru baik secara internal dan eksternal yang membuat pondasi  dasar membangun mimpi yang secara logika tak mungkin terjadi saat itu.
     Di Indonesia sendiri Guru diapresiasikan dengan adanya hari Guru, yang digagas dalam rangka mengapresiasi Guru dan mengingat jasa yang ia berikan hingga kita sampai didetik ini. Metode setiap Guru memiliki enerjinya masing-masing untuk memahamkan siswanya dalam memahami ilmu pengetahuan eksas, bahasa dan keterampilan yang ia ajarkan. Guru adalah sebuah profesi yang sangat mulia, kehadiran guru bagi peserta didik tanpa batas tanpa membedakan siapa yang diteranginya demikian pula terhadap peserta didik. Tetapi, dalam mengemban amanah sebagai seorang guru, perlu kiranya tampil sebagai  sosok professional.  Sosok yang berwawasan, sosok  yang dapat  memberi contoh teladan dan sosok yang selalu berusaha untuk maju, terdepan dan mengembangkan diri untuk mendapatkan inovasi yang bermanfaat sebagai bahan pengajaran.
Faktanya metode pengajaran adalah hal yang hakikatnya tak bisa dilepaskan dari pembentukan karakter siswa, metode yang semestinya disampaikan kepada siswa adalah metode yang dapat mudah dicerna siswa baik dalam pengenalan, pembelajaran sampai penerapannya untuk kehidupannya sehari-hari.
   Metode sederhana yang dapat dilakukan untuk menunjang pembelajaran adalah metode Listening (mendengarkan), siswa diajak untuk banyak berbicara dan Guru sebagai media auditornya, siswa dipersilahkan menceritakan satu jenis benda dan Guru menelaah bahasa dan pengetahuan siswanya sebagai dasar indikator proses pembelajaran berikutnya.
    Yang kedua Introdiuce Live (pengenalan langsung) pengenalan langsung, dimaksudkan disini adalah pengenalan langsung pada objek pengajarannya, semisal ketika Guru menjelaskan mengenai Bola, maka Guru mempunyai tugas mendeskripsikan dan membawa bola itu didepan siswanya, pendekatan seperti ini juga dapat dikatakan sebagai pendekatan visual.
    Untuk penyempurnaan standart yang harus dipunyai Guru dalam mendidik dan mengajar siswanya, Guru dituntut mempunyai daya khayal yang baik untuk mengimbangi daya khayal siswa pada suatu objek penemuan yang digagas siswanya. Seperti Guru Hellen Keller, yang percaya bahwa gadis yang memiliki banyak kelemahan indra pendengaran, bicara dan penglihatan ini. Mampu menjadi inspirasi dunia melalui tangan-tangan kecilnya. Maka dari itu ia tak pernah putus asa untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan lebih penting adalah penanaman karakter percaya diri bahwa Hellen dapat melakukan apa saja walaupun dengan kekurangannya.

    Manusia diciptakan untuk hidup bersosialisasi, tak terkecuali dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan adanya Guru sebagai mediator Ilmu pengetahuan adalah hal yang mutlak ada dalam menjadikan Orang-Orang Besar dijamannya.


Komentar